Dr Nurullah Armyta Tasrif, MARS, SpBS, gelar dokter spesialis bedah saraf berhasil disandangnya di tahun 2010 dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Tak puas dengan ilmu yang telah didapatnya, perempuan kelahiran tanggal 20 April ini telah mengikuti berbagai macam fellowship terkait dengan spesialisasinya, seperti pelatihan atau workshop Minimal Invasive Neurosurgery, Neuroendovascular, Neuroendoscopy, Nerve Injection, sampai Hands on Microvascular Neurosurgery.
Walau kini sudah menjadi salah satu dokter spesialis bedah saraf perempuan di Indonesia, tak membuatnya berhenti melakukan hobinya yakni mengikuti olahraga lari pada event-event yang sekarang masih hype di dalam negeri. Hitung-hitung hobi ini dapat membantu menjaga staminanya sebagai dokter spesialis bedah saraf yang praktik di Spine Center RS Murni Teguh Jakarta.
Dr Nurullah Armyta Tasrif, MARS, SpBS Antara Lari Dan Profesi
Mungkin hobi larinya tersebut kalau dapat diartikan dalam bidang medis, dilakukannya untuk tak henti belajar agar kompetensinya sebagai spesialis bedah saraf sesuai dengan kemajuan teknologi terkini.
Saat berperan sebagai dokter spesialis yang praktik di hari Selasa dan Sabtu, penyuka sayur asem, lalap, sambel dan ayam goreng ini tak berhenti mendedikasikan keahliannya terhadap kesembuhan pada pasien yang mengalami masalah pada tulang belakang.
Endoskopi tulang belakang BESS yang sudah hadir sebagai generasi terbaru dalam minimal invasive spine surgery (MISS) dan juga metode interventional pain management sudah menjadi salah satu andalan kesembuhan pada pasiennya.
Nuansa warna hitam dan biru yang menjadi warna favoritnya akan mengawali atau menemani hari-hari praktiknya penuh dengan semangat. Semangat ini juga akan ditularkan ke pasiennya agar semangat sembuhnya tetap tinggi dengan adanya teknologi terkini dalam bidang nyeri tulang belakang.