Mengembalikan atau memperbaiki kualitas hidup seseorang yang pernah mengalami masalah pada tulang belakang, saraf kejepit khususnya, membuat dokter spesialis bedah saraf ini merasa senang dan tak henti mengucap syukur di dalam hatinya.
Kemahiran dan kompetensinya pada ranah tulang belakang, membuahkan keberhasilan melakukan 1200 tindakan endoskopi BESS di Indonesia. Pantas dokter yang berpenampilan modis dengan turtle necknya ini mendapat prestasi, yakni dokter spesialis bedah saraf (neurosurgeon) yang terbanyak melakukan endoskopi tulang belakang BESS dalam waktu 2,5 tahun.
Endoskopi tulang belakang biportal endoscopic spine surgery atau BESS merupakan endoskopi tulang belakang (spine endoscopy) generasi terbaru. Belum banyak yang melakukannya, dan mungkin dokter Danu yang berhasil mengenalkan BESS di Indonesia.
Dr Danu Rolian SpBS, FINPS
Keinginan untuk terus memperbaiki kualitas hidup, dokter kelahiran tahun 1984 ini bergabung dalam tim dokter spesialis bedah saraf yang sudah memiliki kompetensi tinggi untuk praktik di Spine Center RS Murni Teguh Sudirman, Jakarta.
Bahkan bersama seniornya, Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP telah berhasil membawakan hasil penelitian tindakan endoskopi BESS yang pernah dilakukannya dan sudah terbit dalam salah satu jurnal internasional.
Senyum ramahnya akan selalu tersungging di wajahnya setiap kali mendengarkan keluhan pasiennya dan melakukan pemeriksaan fisik dengan lengkap. Minimally invasive spine surgery (MISS) dan interventional pain management (IPM) sudah menjadi menu sehari-harinya dalam menangani kasus-kasus seputar tulang belakang.
Penggemar olahraga basket dan pelaku endoskopi BESS terbanyak di Indonesia ini akan terus mendedikasikan dirinya untuk memberikan layanan terbaik dalam bidang tulang belakang. Sesuai dengan tempat praktiknya sekarang, yakni Spine Center RS Murni Teguh Sudirman Jakarta.